Sudah sebulan berlalu sejak bulan madu mereka di Swiss berakhir. Salju di pegunungan sudah tak terlihat lagi, namun tidak dengan perasaan Alara yang tetap membeku. Hari-hari berlalu dengan canggung di antara mereka. Alara terus menjaga jarak, menciptakan dinding tak kasatmata yang kian menjulang tinggi. Setiap pagi, dia berangkat kuliah sebelum Elenio sempat mengucapkan selamat pagi, bahkan sarapan yang biasanya mereka lakukan bersama kini terasa seperti kemewahan yang perlahan memudar. Elenio yang awalnya mencoba memahami perubahan sikap Alara mulai merasa kebingungan. Dia tahu istrinya masih marah. Namun, sebulan sudah berlalu. Dan jarak itu bukannya memudar, justru semakin nyata. Alara lebih memilih sibuk di kampus. Semua kegiatan yang seharusnya tidak penting justru dia ikuti. Tu

