Ali berdiri dengan perasaan gusar menunggu dokter di ruang tunggu. Begitu pintu terbuka, Ali langsung menghampiri dokter itu. "Dok gimana hasil pemeriksaan—" "Anda pasti suaminya Ibu Prilly ya?" Dokter itu tersenyum kecil membuat Ali menelan salivanya. "Aamiin." Ali justru mengaminkan ucapan dokternya. "Jangan khawatir. Istri Bapak masih ditangani suster untuk dibersihkan lukanya. Dan ini hasil pemeriksaan lab. Untuk saat ini, Alhamdulillah tidak ada keadaan yang membahayakan. Tapi, kalau setelah 3 hari masih sakit istri Bapak bisa dibawa lagi untuk check up berikutnya." "Baik, Dok. Terima kasih sebelumnya. Dok saya boleh minta surat izin untuk ke sekolah selama 3 hari?" "Jadi—" Dokter itu menunjuk pintu ruangan Prilly. "Yang di dalam itu...." Ali terkekeh pelan. Tidak kuat menahan

