Rasa Iri

1180 Kata

Siapa Tuan Hugo? Benaknya terus mempertanyakan itu. Kalau dari nama, itu sangat asing. Berarti Nadia tidak mengenal pria yang menyelamatkannya. Tapi anehnya, kalau yang bernama Tuan Hugo itu tulus menolongnya, mengapa dia tidak dibawa ke rumah sakit dan bukan ke rumah ini. Toh, dirinya dan Tuan Hugo tidak saling mengenal. “Nona, kami sudah menyiapkan pakaian ganti lengkap dan makanan. Anda belum makan dari tadi,” kata pelayan. “Ya, terima kasih. Tapi tolong pertemukan aku dengan Tuan Hugo kalian. Aku ingin bicara dengannya.” “Maaf, nona. Tapi saat ini Tuan Hugo sedang tidak di rumah. Dia sedang keluar.” “Oh, jam berapa biasanya dia pulang?” “Tidak ada waktu tertentu kapan tuan pulang, nona. Dia bisa pulang kapan saja. Bisa siang, sore, malam, atau tidak pulang sama sekali. Kami tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN