Bab 29 - Depresi dan Obsesi

2116 Kata

“Kamu bicara, apa, sih? Kenapa seolah-olah aku yang salah di sini, padahal udah jelas aku paling dirugikan, dan paling menderita, kalian egois!” Naya mundur beberapa langkah lalu tak disangka dia mengambil sesuatu yang tajam dari dalam tas nya, Zaki maupun Lenovo otomatis langsung terkejut apa yang saat ini tengah Naya pegang. “Heh, kamu ngapain itu? Mau ngapain? Kenapa bawa gunting segala?” Lenovo lebih syok melihatnya, karena bagaimanapun juga ini semua salahnya. Namun, berbeda dengan Zaki. Dia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya sedang khawatir padahal aslinya jauh lebih takut, Naya bisa melukai dirinya sendiri jika tidak buru-buru dicegah. Pikiran semuanya tertuju pada arah yang sama. Humaira pun tak tinggal diam di luar sana, dia mencoba untuk mengamati sekaligus ingin men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN