Bab 32 - Buronan Misterius

1633 Kata

Cakra terus berjalan kaki sampai akhirnya dia telah sampai ke tempat parkiran mobil, tak sengaja kakinya menendang bekas minuman ke arah sembarangan, begitu keras sampai terpental ke arah kepalanya wanita asing. Menyadari apa yang sudah dia lakukan, Cakra pun buru-buru menghampiri wanita itu tak lupa juga meminta maaf berkali-kali karena sudah ceroboh seperti tadi. “Eh, Üzgünüm, öyle demek istemedim. Başı ağrıyor mu? Tekrar özür dilerim?” tanya Cakra. “Gapapa, aku baik-baik aja kok. Nggak usah pakai bahasa asing segala, aku orang Indonesia asli,” sahut wanita itu. “Oh, iya? Tapi, kenapa wajahnya seperti asli orang sini?” tanya Cakra lagi. “Aihhh, mana ada. Orang aku asli Indonesia, lebih tepatnya orang Bandung. Nggak mungkin lah wajahnya asli orang sini, nggak ada keturunan juga,” sah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN