Memuntahkan isi perutnya, membasuhnya lalu menatap ke arah Cakra dengan ragu, dia takut di interogasi ataupun ditanya kenapa dia bisa muntah seperti itu. Bukan hanya karena dia tidak enak hati pada Cakra, tetapi perdana makan dimasakin olehnya sesuatu yang memang ditunggu dari dulu, terlihat jelas bagaimana wajah laki-laki itu sangat bahagia, dan mana mungkin Cindy tega mengatakan yang sejujurnya apa yang sebenarnya terjadi. “Cin, kamu kenapa? Gapapa, kan?” “Aku baik-baik aja kok, paling masuk angin aja gara-gara semalam, kamu jangan khawatir.” “Tidak berbohong, kan? Apa kita ke rumah sakit sekarang? Sekalian bertemu dengan keluarga kamu, jangan takut ... toh kita ke sana pada siang hari.” “Nggak perlu, aku udah membaik kok setelah muntah tadi. Intinya jangan paksa aku untuk ke rumah s

