“Pelan-pelan bisa, kan? Saya hampir saja tersandung,” ucap Lenovo. “Nggak ada waktu lagi, buruan ... aku harus ke kantor!” Lenovo dengan pasrah kali ini harus benar-benar menuruti semua yang diperintahkan oleh Humaira, sang mantan kekasih zaman dulu. Entah, nantinya apa yang akan dia lakukan di rumah sakit, paling utama adalah menepati janjinya. Tak tahu juga harus menjelaskan apa nanti jika Zaki bertanya ini dan itu kepadanya. Lenovo akan tetap pasrah, karena bagaimanapun juga keinginannya sudah terpenuhi lebih dulu. Mereka berdua sedikit mundur karena saat ini Zaki tengah mengurus administrasi, Lenovo menatap Humaira dengan tatapan tak mengerti harus melakukan apa. “Jangan diem, buruan masuk ke dalam sana, urusan kak Zaki, biar aku yang urus.” “Kamu yang urus?” “Iya, kenapa? Burua

