“Aku baru pertama kali bertemu dengan orang-orang yang baik seperti mereka tanpa pamrih, mungkin ... selama ini hidupku terlalu mementingkan diri sendiri, makanya baru sadar masih ada orang seperti mereka.” Alesya sudah selesai membersihkan tubuhnya, lalu berniat untuk istirahat malam ini sebelum malam berganti pagi. Tak ada niat lain selain tidur, dia pun menutup kedua matanya perlahan. Merasa ada yang belum diselesaikan, kedua matanya kembali terbuka, mencari di mana ponselnya, lalu menghubungi nomor tersebut, yang tak lain adalah nomornya Cindy. Tak terjawab, mungkin sudah waktunya beristirahat juga. Alesya hanya mengirimkan beberapa pesan singkat kemudian kembali memejamkan matanya lagi. Sedangkan yang saat ini Cindy lakukan adalah tetap terjaga, ponselnya mati lalu melihat ke seki

