“Tunggu!” Grace membuka langkah lebar, berjalan ke arah Elise. Disampingnya sang kakek setia menemani, sehingga pada menit kemudian, keduanya berdiri tepat di depan Elise yang hanya bergeming di tempatnya. “Bagaimana kamu bisa masuk ke dalam pesta ini huh?” tanya Grace sambil bersedekap. “Aku punya undangan.” jawab Elise, masih lagi mengekalkan ekspresi santai tanpa beban. Grace menoleh sekilas ke samping kemudian kembali menatap pada Elise “aku tidak pernah mengundangmu.” tuturnya dengan tatapan mengejek. Elise mengambil kartu jemputan yang berada di tangan Teresa lalu menayangkan di depan muka Grace “ini undangan yang aku terima.” jawab Elise cepat. Tiba-tiba, Grace terkekeh lucu, seraya merampas kartu undangan VVIP yang berada di tangannya Elise “Ini? Undangan ini khusus buat Adr

