Pengakuan

1165 Kata

  Aku ingin istirahat mengingatmu, tapi kepalaku sudah menjadi kamar tidurmu jauh sebelum aku mengenalmu. (M. Aan Mansyur)               “Anda lagi?” Sekretaris Andromeda, ah ya, namanya Via kalau tidak salah. Wanita berkaca mata itu menatapku dengan tatapan jengah. Wajar saja, pertama kali aku datang kemari, berakhir baku hantam dengan Andromeda, “Ada perlu apa Anda kemari lagi, Pak?”             “Apa Andromeda ada?” tanyaku. Aku kemari bukan untuk membuat keributan lagi. Justru, aku ingin meminta maaf atas perbuatanku tempo hari menerobos ruang kerjanya dan memukulnya.             “Bapak sudah bikin janji temu?” Via memperbaiki letak kaca matanya yang sebenarnya baik-baik saja.             Aku menggeleng.             Wanita itu mengembuskan napas dengan keras. Seolah sengaja agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN