Pulang

1976 Kata

             Bamantara membalas pelukan itu. Pelukan Laura yang kini terasa begitu asing di tubuhnya. Setelah mengucapkan terima kasih dan beberapa kalimat perpisahan pada Ibu Suci serta berjanji akan sering mengunjungi wanita paruh baya itu, Bamantara menuntun Laura masuk ke dalam mobil. Laura duduk di kursi penumpang bagian depan sedangkan Renata duduk di bagian belakang. Mereka berkendara pulang dalam kesunyian yang sama pekatnya dengan ketika mereka datang tadi.             Alya yang menyambut kedatangan mereka di depan pintu kediaman keluarga Wardana. Dia menangkupkan kedua tangan di mulutnya ketika melihat Laura dan Renata berjalan beriringan. Matanya terbelalak menyadari bahwa kedua wanita itu pada kenyataannya memang tampak serupa. Untuk itulah Dion mengira Renata adalah Laura saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN