Bab 47 : Teguran

1812 Kata

Devan langsung menatap Bella, dia tak menyangka jika Bella mengadu pada Saga. Tak dapat dipungkiri lagi jika Devan sangat takut dengan ayah mertuanya itu. "Jawab, Devan!" Devan mulai kikuk, ia mencoba merangkai kata yang pas. "Begini, saya tidak bermaksud membentak Bella, Dad." Devan lalu menggenggam tangan Bella. "Bella, maafkan aku! Aku tak seharusnya memarahimu. Aku janji tidak akan seperti itu lagi." Saga langsung menepis tangan Devan dari tangan putrinya. "Bella bukan anak yang cengeng, dia akan menangis jika masalah itu sangat besar. Awas kamu Devan jika menyakiti Bella. Kamu tidak ingat Aslan? Aku menghancurkannya semudah membalikan telapak tangan. Apa lagi jika menghancurkanmu itu sangat mudah." Saga lalu masuk ke dalam membiarkan mereka berdua untuk saling mengobrol. Devan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN