Bab 32 : Dampak

1787 Kata

Aslan terdiam sejenak saat mendengar ucapan Kanya, semua orang yang berada di sana menunggu jawaban dari Aslan. Papa mertua, Mama mertua, istri beserta dua anaknya seolah berharap Aslan segera mengatakan sesuatu. Dani tak ingin ikut campur sebab melihat sang Mama sampai depresi dan diberhentikan dari pekerjaaannya sebagai dokter membuat Dani cenderung memilih Mamanya walaupun sebenarnya dia merasa kasian dengan Aslan. "Aslan," ucap Papa mertua mengagetkan Aslan. Aslan berdiri, ia menghela nafas panjang. Sulit untuk mengatakan ini semua. "Baiklah, aku akan meninggalkan Bella tapi aku akan tetap memperjuangkan dua anak kembarku, kalian tidak bisa mencegah semua itu." Kanya langsung memeluk Aslan sampai berlinang air mata, Aslan membalas pelukannya. Dinda dan Dani ikut memeluk mereka, se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN