Di rumah sakit tempat Devan bekerja. Pria itu setiap harinya mendapatkan pasien yang banyak. Semua orang menyukainya karena ia begitu ramah dan murah senyum. Tak sedikit yang iri dengannya karena Devan adalah dokter yang baik dan handal yang mampu menaklukan hati para pasiennya. Dokter Megan, seorang dokter spesialis mata juga sangat mengaguminya. Bagaimana tidak? Devan tampan, tinggi, mancung serta memilih wajah yang manis khas Indonesia. Namun sayangnya Devan sudah memiliki istri dan anak membuat Dokter Megan tak berani mendekatinya lagi. "Pasien selanjutnya," ucap Devan pada susternya. Devan menatap Megan yang memberinya sebotol air dan makanan ringan. "Ada apa, Dokter Megan?" tanya Devan. "Makan dan minumlah! Nampaknya hari ini pasienmu sangat banyak." "Ah, iya. Ini hari se

