Saga duduk di sofa sambil menutup matanya, dia sangat bersyukur karena sudah memiliki titik terang. Bella mendekatinya dan memijat bahu sang ayah. Bella tahu jika Saga sangat pening dengan masalah ini. Saga menarik tangan putrinya dan menangkup pipi Bella sampai mulut Bella terlihat monyong. Saga tersenyum sendiri, dia sangat senang bisa menemukan Bella walau sangat lama. “Dad...” Bella mengeluh kesakitan tatkala Saga menekan kuat pipinya. Saga segera melepaskannya dan mengacak rambut Bella karena saking gemasnya. “Mata, hidung, rambut kamu mirip dengan Daddy semua.” “Pede...” “Apa itu pede?” “Percaya diri. Aku mirip ibuku dan tidak ada Daddynya.” Saga tertawa, mungkin Bella masih sakit hati dengannya. Bella lalu menghampiri putranya lagi. Mereka sudah terlelap setelah meminum asi.

