"Mama... Mama..." Bella mengusap air matanya, ia tak ingin membuat putranya khawatir. Bella memeluk putranya dengan erat. Dia sangat sedih sekali ketika membaca pesan tersebut. Hatinya terasa tercabik-cabik oleh pisau yang begitu tajam. Air matanya terus menetes membuat dirinya seakan lemah tak berdaya. Di saat bersamaan, Devan datang membuka pintu, dia sangat terkejut saat sang istri menangis tersedu-sedu sambil memeluk anak-anaknya. "Bella, ada apa?" tanya Devan. Bella menunjukan foto tersebut dan Devan lekas membacanya, ia sangat tercengang sekali melihat sebuah pesan dari Megan. Devan tak menyangka akan menjadi seperti ini. Dia merasa tidak merespon dokter baru itu. "Bella, dia hanya SMS sepihak saja. Aku tak pernah meresponnya. Aku tak pernah menganggapnya ada." Bella hanya bis

