Bab 22 : Jangan mencari Ayahmu!

1554 Kata

Dokter Devan mencoba menelpon Bella namun tidak di angkat. Hari ini adalah jadwal kontrolnya mengingat beberapa minggu lagi Bella diprediksi akan melahirkan. Bella adalah pasien istimewanya karena jujur saja jika Dokter Devan menaruh hati pada Bella. "Dokter Kanya?" ucap Dokter Devan yang tak sengaja melihat Kanya di lorong rumah sakit. "Iya?" "Bella sekarang tinggal di mana? Apa dia baik-baik saja?" Kanya menarik Dokter Devan, ia membisikan alamat apartemen Bella. Dokter tampan itu hanya takut jika Aslan menyakiti Bella. "Bella hanya terpaksa bersama Mas Aslan, kamu bisa merebut Bella jika mau." "Maaf, Dokter Kanya. Saya tidak ada niatan untuk merebut Bella. Mereka tetap suami istri. Saya hanya memastikan jika Bella tidak terluka saat dia tengah hamil tua seperti ini. Itu yang saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN