16

689 Kata

Ad adalah Ad yang baru, ia tidak banyak bicara, tidak banyak tersenyum, dan terkesan lebih serius. Itu membuat Ed sedikit frustrasi dan merasa bersalah kepada kakaknya. Ed pun memutuskan untuk pergi ke kantor kakaknya untuk memberitahukan keberadaan Kay, ia tidak sanggup melihat kakaknya yang semakin hari semakin seperti manusia kaku yang tidak tersenyum. "Kak," panggil Ed ketika masuk kedalam ruang kerja kakaknya. "Hm," kakaknya hanya menanggapinya dengan gumaman dan tidak memerdulikannya. Kakaknya lebih memilih fokus kepada kertas-kertas itu daripada padanya. "Kak, aku ingin berbicara," ucap Ed di depan meja kakaknya. "Bicaralah," ucap Ad lagi tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Ed. "Tentang Kay," ucap Ed. Entah kenapa mendengar nama Kay membuat Ad melirik adiknya tajam,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN