PERJALANAN MENUJU JURANG

1066 Kata

Bunyi mekanis dari pintu kedap udara di lantai B-85 menutup dengan dentuman berat, mengunci Gerald dan Aruna dalam kesunyian yang mencekam. Di sini, ribuan meter di bawah kemegahan kaca dan baja Menara Obsidian, udara terasa berbeda—dingin, kering, dan berbau tajam seperti sulfur yang terbakar. Lampu-lampu darurat berwarna biru pucat memberikan rona hantu pada lorong beton yang panjang dan melengkung, mengarah jauh ke bawah menuju fasilitas inti Aero-Core. Gerald merapatkan posisi Aruna di belakangnya. Tangan kirinya menggenggam senter taktis yang terpasang pada laras pistolnya, menyapu setiap sudut bayangan yang menari-nari di dinding. Ia bukan lagi pria yang cemas akan status sosialnya; ia adalah Nathaniel, seorang penyintas yang sedang menelusuri isi perut monster yang pernah membuangn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN