Di dalam jantung laboratorium yang kini dipenuhi kabut kimia dan percikan arus pendek, Han Skye berdiri tegak di tengah reruntuhan ambisinya. Gerald mungkin telah melarikan diri menuju lift, namun bagi Han, pelarian itu adalah penghinaan terakhir yang tidak bisa ia toleransi. Baginya, Menara Obsidian bukan sekadar gedung; itu adalah perpanjangan dari saraf dan otaknya. Dan sekarang, saraf-saraf itu sedang terbakar satu per satu. "Otoritas biometrik... ditolak," suara datar sistem otomatis terdengar dari konsol yang retak. "Diam! Diam kau mesin rongsokan!" raung Han. Ia menghantamkan tinjunya ke layar hologram yang kini hanya menampilkan kode-kode glitch berwarna ungu 'Silent Guardian'. Darah segar mengalir dari buku jari Han, menetes di atas lantai logam yang panasnya mulai membara. Ia

