Keheningan di lantai puncak Menara Obsidian mendadak pecah bukan oleh sirine darurat, melainkan oleh suara denting sepatu hak tinggi yang menghantam lantai marmer dengan irama yang penuh penghinaan. Gerald, yang baru saja mencoba menyesuaikan diri dengan tumpukan laporan logistik energi, mendongak ketika pintu ganda ruang kerjanya terbuka secara paksa tanpa peringatan dari sistem keamanan biometrik. Sesosok wanita muda berdiri di sana. Ia mengenakan setelan jas berbahan bulu sintetis berwarna putih salju yang kontras dengan dekorasi ruangan yang serba hitam. Wajahnya adalah perpaduan antara kecantikan yang tajam dan keangkuhan yang mendarah daging. Matanya, yang memiliki warna biru es serupa dengan Lord Valerius, menatap Gerald seolah-olah pria itu hanyalah noda di atas karpet mahal. "Ja

