Bab 32

1190 Kata

32 "Aku harus menjawab apa, Mas?" Akasia balik bertanya, seulas senyum tips menyembul menghiasi wajah cantiknya dengan begitu indah. Danial hampir saja mati gaya, jawaban dan sikap Akasia diluar dugaan. Bagaimana pun dia harus mengakui meski terlihat lembut dan polos, Akasia masih lebih berpengalaman dibanding dirinya yang belum sekalipun dekat dengan wanita. "Aku ingin kamu juga bilang ... sayang padaku." Danial dengan cepat menyelesaikan kalimatnya. Wajahnya langsung terasa hangat. Ini kalimat romantis pertama yang dia ucapkan untuk seorang wanita. Rasanya malu dan gugup sekali, apalagi melihat Akasia yang menanggapinya begitu tenang. "Oh, ya?" Akasia tersenyum sambil menyusun piring dan gelas yang habis dicucinya ke atas rak piring, seolah kalimat Danial adalah ungkapan tentang cu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN