SENTUHAN YANG MEMBEKAS

1545 Kata

Nafsu makan Keyli luruh seketika, lenyap bagai ditelan kegelapan malam yang baru saja menyelimuti rumah megah itu. Bayangan kejadian beberapa saat lalu masih menari-nari di benaknya, menciptakan pusaran rasa tidak nyaman yang membuatnya kehilangan selera. Dengan helaan napas panjang, ia meraih kembali piring-piring berisi hidangan yang belum tersentuh, gelas-gelas yang masih terisi minuman dingin, dan satu per satu mengembalikannya ke dalam dekapan dingin lemari es. Sebelum meninggalkan kehangatan dapur yang mulai meredup, Keyli memastikan lampu telah padam, menyisakan kegelapan yang tenang. Langkahnya terasa berat saat menapaki anak tangga menuju lantai atas, menuju kamarnya yang terasa jauh malam ini. Setiap pijakan ia lakukan dengan hati-hati, seolah tak ingin mengusik keheningan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN