DIANTARA JEJAK LUKA DAN DESAKAN

1226 Kata

Akhirnya, secercah harapan datang bagi Keyli. Atas rekomendasi Berta ketika diajak makan siang bersama tadi, ia mendapatkan sebuah rumah kecil yang bisa ia tinggali. Rumah itu dulunya tak terawat, milik teman Berta, dan wanita tua itu menawarkan untuk menyewakannya pada Keyli. Tanpa pikir panjang atau melihat kondisinya, Keyli langsung menyetujuinya—ia memang tak punya pilihan lain. Mendapatkan tempat tinggal saja Keyli sudah sangat bersyukur. Rumah itu memang rada jauh dari pemukiman yang ramai, menawarkan ketenangan yang langka. Tempatnya begitu hening, nyaris tak ada suara bising, dan jarang sekali orang berlalu-lalang di sekitarnya. Meskipun terpencil, akses jalannya ternyata sangat bagus, membuat Keyli sedikit lega. Setidaknya, ia tak perlu khawatir dengan kesulitan transportasi.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN