Sebar Undangan

1709 Kata

Setelah beberapa waktu lamanya mereka di dalam mobil, menyusuri indahnya kota dimalam hari. Terdengar suara perut yang menandakan orang itu sedang lapar. Ayriszya langsung menoleh kearah calon suaminya. “Lo lapar?” Pria itu hanya menganggukkan kepalanya dan tetap fokus menyetir tanpa menoleh kearah calon istrinya. “Kita cari makan aja. Dari pada lo kelaparan.” “Tapi saya pengen makan kamu, Ay.” Kini dia menoleh kearah gadis itu sambil mengulum senyumnya. “Mau ini?” tanya Ayriszya mengepalkan tangannya. “Galak bener calon istri, saya. Tidak terbayangkan kalau lagi malam pertama. Bisa-bisa saya yang tewas.” Granat terus fokus menyetir sambil memperhatikan tempat makanan. “Lo siap nggak kalau seandainya gue belum mau malam pertama?” “Kok gitu?” tanya Granat setelah sekilas men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN