Malam kian larut tetapi Dinar tak kunjung bisa memejamkan matanya. Ia menyibukkan diri dengan menatap langit-langit kamar sambil menata hati untuk bisa menghadiri pernikahan Sitta dan Dhana esok hari. Dinar menoleh ke arah Arya. Rupanya lelaki di sampingnya itu pun sama-sama tak bisa tidur terlelap. Hanya saja, Arya terlihat memejamkan matanya tetapi badannya berulang kali bergerak tampak seperti sedang merasa tidak nyaman. "Mas," lirih Dinar. Ia menghadapkan wajahnya ke arah Arya. Ia menunggu beberapa saat tetapi tak terdengar jawaban. "Mas," panggil Dinar lagi sedikit lebih keras. Tangan Dinar tergerak mendekati badan Arya hendak menyentuhnya. Tetapi saat tangan itu hampir saja mendarat di badan Arya, Dinar menariknya kembali. "Hemm," jawab Arya tanpa membuka matanya sedikit pun. M

