Bab 22 Waduh Dinar Keceplosan

1213 Kata

Terpaksa Berjodoh 22 "Oke, aku pergi." Arya berujar dengan pandangan mata tajam pada Dinar. Selanjutnya ia membalikkan badannya dan mulai melakukan apa yang ia ucapakan. Arya pergi. Dinar terpaku pada tubuh tegap yang perlahan berjalan kian menjauhi dirinya. Tatapan mata itu berubah menjadi tatapan nelangsa. Betapa lelaki itu tega meninggalkan dirinya yang baru menginjakkan kaki di kota ini dengan mudahnya. "Mas!" teriak Dinar. Seketika rasa sesal menyelimuti hatinya yang asal berucap tanpa memikirkan dampaknya. "Mas tunggu!" panggil Dinar lagi. Ia bahkan mengabaikan beberapa pasang mata yang mulai menatapnya dengan sorot aneh. "Apa?" jawab Arya setelah berhenti. Terdapat tatapan bernada mengejek dari sorot bening nan bulat milik Arya. "Kok pergi beneran sih?" Dinar mencebik. "Yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN