Senu memainkan rambut sebahu Affa. Kini keduanya telah terbaring nyaman di atas ranjang kamar Affa. Satu jam yang lalu, Senu membawa Affa pulang. Dengan santai, Senu memasuki rumah Affa melalui jalan yang menghubungkan rumah Affa serta rumah baru Senu. Lebih tepatnya, jalan yang menghubungkan kamar Senu dengan ruang rahasia di rumah Affa. Senu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Affa, sebelum mengulumnya dengan dalam. Ketika Affa mengerang dalam tidurnya, Senu baru melepaskan kuluman tersebut. Kini, ia malah melarikan bibir dan lidahnya di sepanjang leher dan bahu Affa yang hanya tertutupi tali tipis gaun tidurnya. Tadi, Senu memang sempat memandikan serta memakaikan baju tidur untuk Affa. Tapi kegiatan menyenangkan tersebut harus terhenti ketika mendengar suara bel rumah

