"Diam jalang!!! Beraninya kau membuka mulut busukmu!!" Seorang gadis berteriak tak terima dan melayangkan cambuk berdarahnya pada sosok yang diikat di dinding. "Ugh!!" Sosok itu memuntahkan seteguk darah. Ia lemas dan kelaparan. Entah berapa lama ia disekap. "Menjijikan. Aku sudah ingin membunuhmu sejak lama. Tapi sayang, Tuanku tak mengizinkan untuk meletakkan tanganku lebih dari ini. Jadi bersyukurlah, Stella." Stella yang menempel didinding bergetar marah. Ia tak menyangka jika seseorang yang berada dihadapannya adalah sosok yang sangat gila. Seingat Stella orang yang berada dihadapannya ini, selalu ketus dan menjunjung tinggi kehormatan sebagai ketua kelas. Ya, orang dihadapan Stella adalah Anggi, sang ketua kelas. "k*****t!! Lihat saja, Bunda pasti akan mene

