SIANGNYA Jenny menjenguk ke apartemen Kyra setelah mengetahui wanita itu sedang tidak enak badan kemarin. Kyra menyilahkan Jenny masuk lalu menyuruhnya menunggu sebentar untuk membuatkannya minum. “Jadi kau sudah sembuh?” tanya Jenny ketika Kyra kembali membawa nampan ditangannya. “Ya, syukurlah kata dokter aku pingsan hanya karena kelelahan,” jawab Kyra seraya meletakkan gelas berisi jus di atas meja ruang tamu lalu duduk di sofa samping Jenny. “Kau yakin sehabis sakit?” Jenny bertanya ragu sembari menatap wajah Kyra teliti, sedangkan Kyra sontak saja terheran, “Iya, memangnya kenapa?” Jenny tersenyum simpul kemudian menyahut, “Tidak apa-apa. Wajahmu hanya tampak sangat cerah pagi ini. Sama sekali tidak kelihatan kalau kau telah sembuh dari sakit.” Perkataan Jenny menjerumuskan pikir

