Part 112

2210 Kata

Bik Narmi akhirnya memilih diam dan tak ingin berdebat dengan Elin. Percuma, wanita gila itu pasti akan kembali menyakitinya. Tadi mencengkeram dagu, entahlah nanti apa yang akan diperbuatnya lagi. Otak Bik Narmi tidak bisa berpikir banyak. Ada keinginan untuk kabur dari tempat ini. Akan tetapi, hendak kemana? Baru sekali ini menginjakkan kaki di tempat yang sangat asing. Bik Narmi belum melihat keadaan sekitarnya. Rumah yang kini di tempatinya bersama dengan Elin hanya dikelilingi oleh kebun saja. Rumah tetangga masih sangat jauh. Ataukah, rumah ini adalah rumah kosong? Bodohnya Bik Narmi yang mau saja ikut campur urusan wanita yang sudah kehilangan akal sehatnya. "Em ... Non kalo misal saya lapar, kemana harus beli makanan?" Perut Bik Narmi keroncongan karena menabuh genderang memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN