Sandi mengejar sang istri yang berlari kecil menuju toilet. Runi mendadak ingin memuntahkan semua isi perutnya hanya karena mendengar ucapan sang suami. Emosinya sangat tidak stabil. Beberapa waktu yang lalu, memang Runi kadang merasa sangat sedih tanpa sebab yang jelas. Mendadak bahagia dan entah apa penyebabnya. Ia pun sangat bingung dengan kondisinya saat ini. Tak hanya itu, kadang mencium aroma sesuatu bisa membuat sakit kepala mendadak. "Sayang, kamu ga apa-apa?" Sandi mengurut pelan tengkuk sang istri dengan penuh kasih sayang. Sandi tidak tega melihat sang istri begitu tersiksa saat ini. Wajahnya penuh dengan keringat. Mata indahnya pun mengeluarkan air mata. Kali ini Runi jongkok di dekat wastafel setelah selesai mengeluarkan semua isi perutnya. Sandi dengan cepat membuka ta

