"Bu, kita tunggu Mas Sandi di seberang jalan sana saja, yuk." Runi mengajak ibu mertuanya agar menyeberang jalan menuju bangku taman. "Baiklah," jawab Bu Yanti sambil tersenyum hangat ke arah Runi. Bangku taman di seberang jalan masih banyak yang kosong. Mungkin orang-orang belum banyak yang jalan pagi. Runi menggandeng tangan Bu Yanti dengan erat. Pagi ini kebetulan sepi, hanya mereka berdua yang hendak menyeberang jalan. Mereka berdua menyebrang jalan dengan perlahan. Runi tak ingin tergesa-gesa saat menyeberang mengingat sang ibu mertua jalannya sudah pelan. Terlebih penyakit Vertigo yang di deritanya membuat tidak boleh terjatuh. Runi dengan sabar menuntun Bu Yanti. Tak masalah bagi Runi sedikit lama menyeberangi jalanan. Terpenting semua selamat hingga tujuan. Melihat jalanan se

