Kenangan demi kenangan bersama Bu Yanti kembali berputar di kepala Runi. Beliau sangat baik, tidak pernah mencampuri urusan orang lain, sekali pun anaknya sendiri. Hanya sekadar memberikan nasihat atau solusi untuk menyelesaikan masalah. Satu hal, orang-orang mengenal sosok Bu Yanti sebagai sosok yang dermawan. Bu Yanti sering memberikan bantuan pada siapa pun tanpa pandang bulu. Tak hanya itu, beliau juga menjadi donatur tetap di sebuah panti asuhan. Diam-diam, Bu Yanti memiliki usaha laundry, bahkan Sandi yang notabene adalah putranya tidak tahu. Sandi tahu, ketika beberapa orang berseragam oranye itu datang melayat di rumah kontrakannya. Salah satu dari mereka menceritakan perihal kepemilikan usaha laundry itu. Sandi tercengang kala itu. Runi dan Sandi menumpahkan kesedihan mereka

