Runi menghela napas panjang mendengar rengekan permintaan maaf dari sang suami. Bukan tidak memaafkan, tetapi hatinya masih berdenyut nyeri. Seperti ditusuk oleh benda tak kasat mata. Runi membalik badan dan menatap tajam ke arah sang suami. "Mas udah dewasa, ga perlu tanya aku lagi harus gimana. Jadi, ya, terserah saja." Setelah mengatakannya Runi segera ke dapur dan memasak untuk makan malam nanti. Sandi tercengang mendengar ucapan Runi. Wajah sang istri datar dan tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Bahkan ia tidak sadar jika sang istri sudah menuju ke dapur dan meninggalkannya. Sandi meremas rambutnya kasar dan frustrasi. Semua sudah terlanjur dan tidak mungkin diulangi. Sandi menyardari jika itu kesalahan yang sangat fatal. Ia bahkan mengabaikan pesan dari sang istri. Lalu, bagaim

