Runi terbangun tepat saat azan Subuh berkumandang. Ia tidak ingat kapan matanya terpejam dengan sempurna. Tangan kekar milik Sandi masih melingkar sempurna pada pinggangnya. Runi segera memindahkan tangan itu tanpa membuat si empunya terbangun. Runi tidak tahu kapan sang suami pulang. Ia terlalu lelap saat tertidur. Runi meraba keningnya, panasnya sudah turun. Sakit kepalanya pun sudah hilang. Hanya tinggal sedikit rasa mual saja. Runi segera pergi ke kamar mandi. Menuntaskan hajatnya pagi ini. Istri Sandi itu enggan untuk mandi air dingin. Rasanya seperti menyentuh air es di lemari pendingin. "Kamu sudah bangun?" tanya Bu Yanti saat Runi baru saja keluar dari kamar mandi. Runi sedikit terkejut. Tadi saat melewati dapur dan menuju ke kamar mandi tidak ada ibu mertuanya itu. Beliau su

