Part 97

2058 Kata

Selesai meminta haknya, Sandi mengecupi pipi sang istri dengan gemas. Ia sangat bahagia saat ini. Lain halnya dengan Runi yang sangat terpaksa melakukannya. Runi hanya melaksanakan kewajibannya, tidak lebih. "Sayang, mau kemana?" tanya Sandi saat Runi beranjak dari tempat tidurnya saat ini. Runi menutupi tubuh polosnya dengan selimut dan menuju ke kamar mandi. Ia imgin membersihkan tubuhnya saat ini. Melihat reaksi Runi, hati Sandi tercubit. Ia menyadari jika Runi tidak ikhlas melakukannya. Saat Runi masuk ke kamar mandi, Sandi segera mencari ponsel milik Runi. Ia sangat penasaran mengapa pesannya tidak pernah dibalas oleh wanita yang sangat dicintainya itu. Ponsel Runi tidak pernah diberi pasword, sehingga memudahkan Sandi untuk membuka setiap pesan yang masuk maupun keluar. Mata San

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN