Jesslyn mengernyit saat melihat banyaknya orang-orang yang berkumpul di wilayah bagian utara Istana. Wanita itu semakin mendekatkan dirinya ke sana. Ia bisa melihat Kenzie yang tengah duduk di sebuah singgasana yang mungkin khusus untuknya? pikir Jesslyn. Saat Kenzie menyadari keberadaan Jesslyn. Pria itu melesat dengan cepat dan tiba-tiba sudah berdiri di depan Jesslyn. "Ada apa ini, Kenzie?" tanya Jesslyn mengedarkan pandangannya. Kenzie menatap Jesslyn intens. "Hari ini, dia harus mati, tentunya bersama kedua pelayannya," ucap Kenzie tenang. Jesslyn menelan saliva nya susah payah. "T-tapi.. k-kenapa sangat ramai?" tanya Jesslyn terdengar ketakutan. Kenzie menyadari kegelisahan Jesslyn. Pria bermanik dark gray itu meraih tangan Jesslyn yang berkeringat dingin. "Kau akan tetap bers

