43

1551 Kata

Meskipun matahari belum terbit, Jesslyn telah terbangun dari tidurnya begitu pun dengan seluruh rakyat desa Janade. Entah apa yang mereka lakukan saat ini agar bisa mendapatkan makanan. Jesslyn bukan Dewi yang bisa memberikan apa yang rakyatnya butuhkan. Rakyatnya? Bisakah ia melabeli jika penghuni desa itu adalah rakyatnya? Entahlah. Jesslyn hanya bisa membantu mereka mencari sesuatu di dalam hutan, mungkin sesuatu yang dapat dimakan. Tak lupa juga membantu mereka mengangkat air di sungai yang jaraknya cukup jauh dari desa atau sekedar menangkap ikan di sungai untuk makanan. Gaun yang Jesslyn kenakan pun tampak kotor. Tidak seindah saat pertama kali ia datang. Meskipun begitu, tetap tak mengurangi pesona wanita berambut hitam legam itu. Para warga juga telah berbondong-bondong me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN