Jesslyn berjalan di sepanjang lorong. Tempat yang menjadi tujuannya saat ini adalah Ruangan pribadi Kenzie. Entah sudah berapa hari ia tidak pernah lagi mengunjungi tempat itu. Tapi kali ini, ia akan menginjakkan kakinya ke sana lagi. Jesslyn merasa gugup, membujuk seorang Kenzie yang tengah marah besar? Entahlah, apakah ia bisa? Beberapa menit kemudian, ia telah sampai di depan pintu ruangan yang auranya benar-benar mencekam itu. Krieet Jesslyn kembali menutup pintu setelah memasuki ruangan pribadi Kenzie. Lagi-lagi kegelapan yang ia dapati. Hanya cahaya temaram bulan yang sedikit menerangi ruangan itu. "Kenzie? Aku tau kau di sini. M-munculah, ku mohon," seru Jesslyn sedikit mengeraskan suaranya. Sungguh, Jesslyn merasa takut di ruangan itu. Gelap dan ia merasa atmosfer di sekeli

