Sinar mentari pagi masuk lewat celah korden membuat manic itu mengerjap berulang kali sebelum membuka matanya lebar. “ Pagi!” sapaan itu menyapa Eka tatkala dia mulai membuka mata. “ Apa yang anda lakukan?” Eka mengerjap, menatap pria yang tersenyum lembut itu bingung. “ Melihatmu tidur.” Tangan Bumi terulur, mengesampingkan anak rambut Eka yang menutupi wajahnya, “ Dan itu cantik.” Satu kecupan panjang bersarang didahi wanita itu “ Apakah anda sedang latihan menggombal sekarang?” ejek Eka, tangannya menyingkirkan wajah Bumi dari atas kepalanya itu. “ Apakah saya tidak bisa mencoba untuk bersikap romantis?” Bumi mengubah posisinya, mengurung tubuh wanita itu. “ Sepertinya anda sudah mulai berbicara aneh sekarang.” Eka mengulurkan tangannya, berusah

