“ Bagaimana Tuan Bumi, apakah kepala anda masih pusing?” suara tajam itu menyambut Bumi tatkala membuka mata pagi itu. “ Sedikit.” Pria itu menyingkirkan selimut dan bangkit dari atas ranjang. “ Apakah perlu kuambilkan aspirin?” “ Tidak, saya sudah baik- baik saja.” “ Baguslah kalau begitu! Berarti, anda ingat kekacauan apa yang anda lakukan semalam!” manic itu menatapnya tajam, menghentikan langkah Bumi. “ Maaf atas kekacauan yang saya timbulkan kemarin.” “ Lalu teman anda itu, apa anda yakin dia bisa tutup mulut?” “ Saya mengenal Dani sangat lama Eka dan saya berani jamin, pria satu itu tidak akan buka mulut tanpa seizin saya.” Bumi menatap Eka, jemarinya terulur mengelus surai itu dan mengecup dahinya cukup lama. “ Jangan terlalu dip

