Angan Semu

1916 Kata

                     Dan hari ini Eka menatap pria paruh baya, supir yang membawa sosok mamanya waktu itu.              “ Apakah anda ingat anda membawa penumpang paruh baya berwajah mirip dengan saya? Bisa anda katakan kemana anda membawa wanita paruh baya itu pergi?” Eka menatap penuh harap pria itu.              “ Ada banyak penumpang serta tujuan waktu itu. Saya tidak bisa mengingatnya satu persatu, nona.”              “ Tolong ingat- ingatlah. Beliau naik taksi anda dari Mall sekitar pukul 17.00.”             “ Maaf nona saya tidak ingat.”             “ Atau mungkin kalian punya data- data yang tersimpan, bisakah saya melihatnya?”             “ Kalaupun ada. Itu tidak bisa dengan seenaknya disalah gunakan, nona.”             “ Apakah benar- benar tidak bisa?”             “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN