Penjara atau Rumah Sakit Jiwa? 1

1397 Kata

       Wanita itu mengikat tinggi rambut panjangnya, menggerakan otot kepalanya dengan mata menatap tajam wajah Bumi yang berdiri beberapa meter didepannya itu.      “ Bagaimana kalau kita bertaruh.” Usul Bumi dengan berkacak pinggang.      “ Silahkan saja!” Eka tidak takut dengan tantangan pria besar satu ini. Malah yang ada dia ingin menghajar habis wajah sok tampan satu itu dan membuatnya jatuh dengan cepat.      “ Baguslah kalau kamu setuju.” Sejenak pria itu berpikir, “ Yang kalah harus menuruti semua keinginan si pemenang, cukup adil bukan?”      “ Ok!” Tanpa aba- aba, Eka langsung menyerang pria satu itu, menjatuhkannya dalam sekali serangan dan mengunci pergerakan tubuh pria besar itu.      “ Nona, kenapa kamu buru- buru sekali?” umpat Bumi, “ Tidakkah kamu melihat lawanmu b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN