Tubuh cantik berbalut Sheath Dress berwarna hitam itu tampak mencengkram erat Armani yang dipakai pria disampingnya itu, menyalurkan detakan jantung yang luar biasa menggebu semenjak meninggalkan markas besar menuju Restaurant dimana Annisa Khalifa sedang menunggu mereka. “ Tenanglah, Mamaku bukan tipe orang yang akan langsung menancapkan parang pada orang asing.” Bisik Bumi pada cuping telinga berhias anting tusuk berbentuk daun itu. “ Tapi,..” “ Ada aku disampingmu!” Langkah kaki keduanya semakin mendekat, seorang waitress menyambut keduanya dan menggiring mereka menuju meja yang telah direservasi oleh si nyonya besar. Alunan music klasik yang sengaja diputar melalui piringan hitam diujung ruangan itu, dekorasi ruangan yang sengaja dibuat ala abad pert

