“ Kalau kamu mati, wanita tadi mungkin bisa menjadi milikku.” Angan yang tak akan pernah terjadi karena seorang Bumi tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. “ Jangan harap!” Bumi mengeram, memukul inti pria itu dengan kakinya yang bebas sekaligus membuat Bumi mendapatkan luka sayatan di leher. Pisau yang digunakan pria itu terlempar jauh. “ Hanya seperti itu kemampuanmu?!” Bumi bangkit, tangannya terulur menyentuh darah yang keluar dari lehernya itu. “ b******k!” makinya pelan. “ Pengecut! Apakah ini cara anda menyerang lawan?!” Pria itu membungkuk dengan memegang intinya yang terasa akan pecah, tapi seringai kejam itu tidak pernah hilang dari wajahnya yang buruk. “ Baiklah kalau itu maumu, ayo maju serang!” Bumi menantang dan pria satu itu langsun

