"Ya Allah, dotnya mah ada di sini coba!" Heboh suara Mami Rana, menggelegar menyapa indra pendengar siapa pun yang ada di sana. Termasuk Nara yang menoleh. "Dot yang kemarin dibahas itu, Ran?" Mumpung nggak ada Papi Alam, sebutnya nama. Demi Tuhan, lidah nggak cocok bilang 'mami' ke teman seangkatan. Rana mengangguk. "Iya, Ai. Si Wala itu, ya, mesti di-hih anaknya. Hih, gemes! WALAAA!" Langsung teriak. "Sini kamu, Wala!" Dotnya ketemu di wadah mainan Wala, yang sedang Rana rapikan, sungguh berserakan mainan anaknya yang itu. Kalau bukan Rana, siapa lagi yang peduli pada maninan anak ini? Paling bibi, itu pun kurang paham mainan milik siapa (apakah punya Bintang atau Cakrawala). Makanya, sering Rana yang rapikan. Toh, itu saat dia senggang. "Wala!" "Apa, cih, Mi? Belicik telus," sah

