Jilid II - 81: Topan dan Boneka Barbie

1639 Kata

"Mas, pokoknya aku nggak mau, ya, hamil lagi. Ini udah yang terakhir, titik!" Tahulah, ya, itu kalimat punya siapa. Selain Nirwana, di rumah ini kan nggak ada lagi betina, kecuali Ranasya. Dan dia betul-betul mengultimatum Alam Semesta, berhubung di kediaman itu para bocah masih lelap dalam tidurnya. Subuh, Rana menyiapkan sarapan untuk mereka. Dikata punya asisten rumah tangga pun, untuk urusan perut jika Rana masih sanggup, ya, dia yang masak. Minimal buat sarapan bersama. Biasanya Alam temani, kok. Bahkan, kemampuan memasak Alam lebih mumpuni daripada Rana. "Iya, iya, kamu udah bilang itu sejak usia kandungan masih sebulan, loh." Rana berdecak. "Abisnya, dibikin hamil terus, sih! Mending kalo Mas ngelahirin, yang hamil, yang menyusui!" Dia kesal. Serius, untuk kehamilan yang ini R

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN