Setelah Krystal selesai berbenah diri, ia segera menemui Isaac Bach yang telah menunggunya di depan ruang kerja suaminya sesuai permintaannya tadi kepada Sauver. Namun, pria paruh baya itu tidak sendiri. Terlihat sosok Carlos yang sedang berbincang bersamanya. Pembicaraan keduanya terhenti ketika menyadari kehadiran Krystal di sana. “Nyonya Muda,” sapa pria paruh baya itu kepada istri Kaizer tersebut. Krystal mengangguk kecil. “Tuan Bach, maaf sudah membuat Anda menunggu lama,” sahutnya dengan tersenyum ramah. “Saya yang seharusnya minta maaf karena sudah mengganggu Anda sepagi ini,” timpal Isaac dengan penuh hormat. Krystal tersenyum tipis. Ia tahu jika dokter paruh baya itu hanya sekedar berbasa-basi saja. Kedatangan Isaac tanpa janji benar-benar membuat Krystal dipenuhi rasa ingin

