Wajah Katrina langsung berubah masam. Ia tidak menyangka pria itu akan menuduhnya tanpa bukti. “Tolong jaga ucapanmu. Seharusnya saya yang bertanya sama kamu, apa yang sudah kamu lakukan dengan temanku? Jangan sentuh dia!” hardiknya seraya menepis tangan pria itu dari wajah Krystal. “Teman?” Ryan mengernyitkan keningnya. Selama ini ia tidak pernah tahu jika Krystal memiliki seorang teman wanita seperti gadis itu. Ryan masih mengingat bagaimana sikap buruk yang ditunjukkan gadis aneh itu saat mereka bertemu pertama kalinya. Ia tidak percaya Krystal akan memiliki kedekatan dengan gadis seperti ini. Katrina dapat melihat keraguan pria itu terhadap dirinya. Walau bagaimana pun, ia memang sudah merusak citra dirinya sendiri saat pertemuan pertama mereka. “Kalau kamu tidak percaya, saya juga b

